Tanda Ovulasi Berhasil

Posted on
imglan
OBAT CEPAT HAMIL TERBAIK! Lihat ➡

Pernah dengan istilah ovulasi nggak Bund? Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam rahim untuk kemudian berjalan menuju tuba fallopi untuk dibuahi. Sel telur yang telah matang dan siap untuk dibuahi inilah yang nantinya akan diperebutkan berjuta-juta sel sperma untuk dibuahi. Jika ini berhasil, maka program cepat hamil Bunda tidak akan sia-sia.

Kemampuan terbaik sel telur untuk dibuahi sperma adalah saat jam-jam pertama setelah pelepasan, begitu pula sebaliknya dengan sel sperma. Jadi ceritanya setelah terjadinya ejakulasi oleh suami, maka sel sperma yang kira-kira banyaknya 4,4 mililiter ini harus berenang melalui saluran yang disebut sebagai tuba fallopi. Panjang tuba fallopi hanya sekitar 15 cm. Di ujung saluran inilah terletak sel telur yang jika satu saja sel sperma sampai ke sana, maka ia akan menutup diri dari jutaan lainnya. Jutaan sel sperma ini akan keluar lagi melalui saluran awal. Makanya jangan heran di awal-awal pengantin baru mungkin sering ada yang bertanya, “Kenapa sperma keluar lagi ya setelah hubungan intim”? Hehe … Proses yang terjadi berikutnya adalah proses ovulasi yang akan kita bahas berikut ini. Lanjut ya Bund …

Ini dia 100 Tips Cara Cepat Hamil yang dikaji mendalam. Khusus bagi Anda yang ingin segera memiliki momongan.
Maksimalkan Promil Anda Sekarang! » LIHAT DI SINI «

Yuk, kenali hormon yang mengatur terjadinya ovulasi 

Ada dua hormon yang berperan penting dalam ovulasi, yakni Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).  Keduanya berperan sebagai kurir untuk memberitahu ovarium kapan waktunya untuk melepaskan sel telur.

Hormon adalah senyawa kimia yang diproduksi tubuh untuk mengatur berbagai macam prose alami dalam tubuh.  Dalam ovulasi, hormon FSH bertugas merangsang pematangan sel telur, sementara hormone LH membuat sel telur dilepaskan ke dalam saluran fallopi  dan di sanalah sel telur siap dibuahi.

Kedua hormon FSH dan LH, diproduksi dalam otak, di dalam sebuah organ bernama kelenjar pituatari. Sel-sel di sekeliling sel telur menghasilkan dua hormon lainnya, yaitu estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini menyebabkan dinding rahim menjadi tebal, menciptakan lingkungan di mana sebuah sel telur yang sudah dibuahi bisa bertahan dan berkembang. Penurunan kadar hormon progesterone dalam tubuh wanita setiap bulan, apabila sel telur tidak dibuahi, adalah penyebab menstruasi (haid).

Baca juga :  Cara Mendapatkan Anak Perempuan Menurut Islam

Perubahan-perubahan hormon selama siklus menstruasi mengakibatkan hanya ada beberapa hari saja dalam setiap bulannya yang memberi peluang bagi seorang wanita untuk hamil. Kesempatan inilah yang baik untuk berhubungan intim.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ovulasi

Masalah ovulasi bisa disebabkan oleh sejumlah faktor yang berbeda-beda. Apa saja?

  • Terlalu berlebihan saat berolahraga
  • Terlalu kurus
  • Terlalu gemuk
  • Punya diabetes
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Stres psikologis
  • Obat-obatan tertentu, khususnya yang mengandung estrogen dan progestogen

Untuk mengetahui apakah ovulasi berjalan dengan baik atau berhasil tidaknya adalah dengan melihat beberapa ciri yang bisa anda rasakan dan melihat gejala-gejala yang tidak biasa terjadi :

Tanda Ovulasi Berhasil

  • Akan cepat merasa lelah, hal ini kemungkinan disebabkan karena karena peningkatan hormon progesteron yang cepat. Dan biasanya perempuan yang telah berhasil dalam masa ovulasi akan lebih energik pada masa trimester kedua.
  • Payudara membengkak dan akan lebih sensitif terhadap sentuhan karena meningkatnya kadar hormon dan rasa sakit ini biasanya akan terasa lebih jika dibandingkan pada saat menstruasi.
  • Munculnya sedikit pendarahan, di vagina sekitar 11-12 hari setelah berhubungan, pendarahan akan terjadi sangat ringan seperti munculnya bercak atau mungkin sedikit darah yang berwarna kecoklatan.

Tanda Ovulasi Berhasil

  • Mual dan muntah yang terjadi dipagi hari, meski tidak semua keberhasilan dalam ovulasi mengalaminya disaat pagi karena ada sebagian yang merasakan itu pada siang hari.
  • Lebih meningkatnya kepekaan terhadap bau-bauan hingga akhirnya memicu refleks ingin muntah.
  • Lebih sering buang air kecil, karena adanya cairan tambahan yang diproduksi oleh ginjal dan kandung kemih.
  • Suhu basal yang tetap tinggi dalam beberapa hari, suhu basal adalah suhu dimana saat tubuh masih baru terbangun dari tidur dan belum sama sekali melakukan kegiatan apapun dan bisa dideteksi dengan menggunakan termometer.

Berikut fakta menakjubkan saat sperma menuju ovum atau sel telur

  • Hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur. Ketika pria ejakulasi, sekitar 100-300 juta sperma masuk ke dalam vagina wanita dengan kecepatan sekitar 45 km/jam.
  • Adu cepat mencapai sel telur. Setiap sperma unik secara genetik, artinya tidak ada dua sperma yang mengandung rangkaian gen yang sama persis. Jutaan sperma individual tersebut kini harus saling adu cepat untuk membuahi sel telur.
  • Di dalam vagina. Perjalanan menuju sel telur adalah perjalanan yang berbahaya. Inilah mengapa sperma diproduksi dalam jumlah sangat banyak. Untuk berhasil membuahi sel telur, sperma harus mampu bertahan dalam lingkungan vagina wanita dan serviks. Keasaman lingkungan di dalam vagina dan serviks melindungi wanita dari bakteri dan serangan infeksi yang berbahaya, tapi lingkungan ini juga berbahaya bagi sperma. Sperma yang lemah atau rusak tidak akan berhasil mencapai tujuannya.
  • Hanya 5% yang mencapai serviks. Kekuatan gravitasi, membuat jutaan sperma gugur dan keluar dari vagina wanita, hanya 5% saja yang akan berhasil mencapai serviks. Dari 5 % tersebut, hanya sekitar 200 sperma saja yang bisa mencapai saluran Fallopi wanita. Sperma yang berhasil mencapai saluran ini berarti telah menempuh perjalanan setengah jauh, yang dibandingkan dengan panjang sperma itu sendiri, sama dengan beberapa ratus kilometer perjalanan.
  • Hanya satu sperma yang berhasil menembus sel telur. Hanya sedikit sperma yang bisa meneruskan perjalanan hingga bagian luar sel telur. Dari sperma-sperma tersebut, hanya satu yang akan berhasil menembus permukaan sel telur, meninggalkan ekornya di luar, inilah yang disebut pembuah. Pada saat itu juga, permukaan sel telur akan menjadi tak tertembus oleh sperma lainnya.
  • Proses pembuahan berlangsung hingga 24 jam. Setelah serangkaian perubahan komplek, yaitu 7 hari setelah pembuahan, sel telur tadi tertanam di dinding rahim. Pada saat inilah kehamilan terjadi. Sperma bisa bertahan hingga 48 jam dalam tubuh wanita. Akibatnya, pembuahan masih mungkin terjadi bahkan bila sel telur belum siap ketika sperma-sperma tersebut sudah berhasil mencapai saluran fallopi.
  • Sel sperma terdiri dari 2 jenis, sperma X dan Y. Bila sperma Y membuahi sel telur akan menghasilkan anak laki-laki, bila sperma X yang membuahi menghasilkan anak perempuan. Sperma Y badannya lebih kecil, bergerak lebih cepat, usianya lebih pendek dan lebih tidak tahan asam dibandingkan sperma X.
Baca juga :  5 Pola Hidup Sehat Agar Anda Cepat Hamil

Pada umumnya saat sepasang suami istri melakukan hubungan intim saat istri berada dalam masa ovulasinya maka peluang untuk terjadinya kehamilan sangat besar. Konsepsi atau pembuahan sendiri dapat berlangsung dalam sehari setelah melakukan hubungan badan dengan pasangan atau bisa juga beberapa hari setelahnya, hal itu karena sperma bisa bertahan hidup di dalam rahim wanita hingga satu pekan.

Sepuluh sampai empat belas hari setelah itu, sel telur yang telah berhasil dibuahi akan melekat pada dinding rahim serta dapat mengakibatkan pendarahan ringan. Pada saat itu dapat diartikan bahwa sel telur telah berhasil dibuahi dan menjadi gejala awal kehamilan.

Pendarahan yang terjadi diawal kehamilan ini sangat berbeda dengan pendarahan ketika haid. Biasanya hanya sedikit, dan berlangsung cepat. Sedangkan ketika haid, darah yang keluar lebih banyak dan berlangsung lama atau sekitar 5-7 hari.

Selain ada flek atau pendarahan yang sedikit, ada pula gejala lain yang biasa dirasakan oleh ibu diawal kehamilannya seperti sakit kepala, perut terasa kram tapi tidak berat, mood yang berubah-ubah dan frekuensi buang air kecil meningkat.

Jika sudah mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya gunakan tes pack untuk memastikan positif tidaknya Anda dalam kehamilan. Tespack merupakan salah satu alat yang dapat mendeteksi kandungan yang ada di dalam air seni sehingga akan lebih akurat jika dibandingkan dengan melihat gejala-gejalanya saja.

Semoga bermanfaat.

Tapi saya tak mau menyerah. Saya lakukan semua usaha dan cara. Akhirnya SAYA HAMIL. INI YANG SAYA LAKUKAN!. » LIHAT DI SINI «

Leave a Reply