Mengenal Proses Terjadinya Kehamilan

Posted on
imglan
OBAT CEPAT HAMIL TERBAIK! Lihat ➡

Apakah Bunda termasuk wanita yang sedang mendambakan kehamilan? Bagaimana kehamilan itu terjadi dalam kandungan Bunda?

Mengenal proses terjadinya kehamilan akan membantu Anda untuk memahami bagaimana cara mewujudkan impian Anda untuk segera memiliki momongan. Beberapa tips sebelum artikel ini wajib Anda baca untuk mendapatkan pemahaman yang utuh tentang bagaimana cara cepat hamil.

Ini dia 100 Tips Cara Cepat Hamil yang dikaji mendalam. Khusus bagi Anda yang ingin segera memiliki momongan.
Maksimalkan Promil Anda Sekarang! » LIHAT DI SINI «

Proses Terjadinya Kehamilan Sejak Awal

Kehamilan terjadi akibat pembuahan sel telur di dalam indung telur oleh sperma. Sel sperma masuk keindung telur melalui saluran rahim saat Anda melakukan hubungan intin dengan suami Anda. Ejakulasi yang dihasilkan ini akan mendorong cairan semen yang mengandung sperma ke dalam vagina wanita menuju leher rahim. Cairan semen ini memberikan makanan sebagai bekal untuk sperma dalam melakukan perjalanan, dan juga dapat memberikan petunjuk arah bagi sperma.

Pada masa subur sel telur dilepaskan dari indung telur dan bergerak menuju saluran tuba fallopi. Lalu, sel ini digerakkan oleh rambut-rambu halus (silia) menuju rahim secara perlahan-lahan.

Sementara itu, saat ejakulasi perjalanan sperma mencari sel telur untuk dibuahi baru akan dimulai. Ini merupakan perjalanan yang panjang bagi sperma dan tidak mudah untuk dilewati. Terdapat berbagai tantangan untuk mencapai keberhasilan membuahi sel telur. Tantangan pertama, yaitu lingkungan asam pada vagina yang membuat sperma tidak mampu hidup lama di vagina dan akhirnya mati. Tantangan kedua, yaitu lendir serviks. Hanya sperma yang memiliki kemampuan berenang paling kuat yang dapat menembus lendir serviks ini.

Setelah berhasil melewati jaring-jaring dari lendir serviks, sperma kemudian harus berenang sekitar 18 cm dari serviks menuju ke rahim dan akhirnya sel sperma menuju tuba fallopi. Nah, di sinilah sel sperma dan sel telur bertemu. Satu telur mungkin bisa didekati oleh ratusan sperma, namun hanya sperma terkuat yang dapat menembus dinding luar sel telur.

Ketika ada satu sperma yang mampu memasuki sel telur sampai inti sel telur, maka sel telur membentuk pertahanan diri sehingga mencegah sperma lain memasukinya. Dan akhirnya, terjadilah pembuahan atau konsepsi. Pada masa ini terjadi penggabungan atau penyatuan materi genetik yang dibawa oleh sel sperma dan ovum.

Baca juga :  Ciri Wanita Hamil 1 Minggu

Nah, jenis kelamin bayi Anda ditentukan dari sini. Jika sperma yang berhasil membuahi sel telur membawa kromoson Y, maka bayi Anda akan berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan, jika sperma membawa kromoson X, maka bayi Anda akan berjenis kelamin perempuan. Setelah terjadi pembuahan, sel telur bergerak menuju rahim. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 6 hari.

Selanjutnya, sel telur yang sudah dibuahi ini membelah dengan cepat dan membentuk morulla dan membentuk sebuah rongga. Selanjutnya, morulla berongga yang disebut blastosis ini menempel pada dinding rahim dan membentuk plasenta. Dengan demikian, usia kehamilan Anda dihitung sejak blastosis menempel pada dinding rahim.

Secara normal, satu buah sel telur dihasilkan oleh seorang wanita setiap bulannya. Sedangkan sel sperma diproduksi dalam jumlah yang sangat besar oleh pria secara terus menerus. Itulah sebabnya mengapa wanita dapat mengalami masa yang disebut sebagai masa menopoue, sedangkan laki-laki tidak. Setiap semprotan air mani mengandung sekitar 100 hingga 200 juta sel sperma. Namun dari jumlah yang sebanyak itu hanya ada 1 sel yang berhasil menembus indung telur dan membuahi sel telur. Hal ini merupakan bentuk seleksi alam untuk memilih bibit sperma yang terbaik.

Sementara itu, sel telur yang telah dibuahi akan membentuk semacam akar/rambut-rambut yang halus. Ia pun mulai menyerap gizi yang terkandung di dalam selaput dalam rahim, sehingga bisa berkembang secara terus-menerus. Sekitar 5 hari kemudian, sel telur yang telah dibuahi keluar dari indung telur berbentuk sebagai satu garis dan bagian yang terbentuk pertama kali inilah yang nantinya akan berkembang sebagai saraf.

Kemudian, saraf akan terbagi lagi menjadi dua, yaitu otak dan sumsum tulang. Bagi Anda yang masih ingat pelajaran biologi di SMA, banyak sekali proses pembelahan yang terjadi pada sel saraf ini. Ada yang kita kenal dengan spermatogenesis, ada juga yang dikenal dengan oogenesis. Setelah itu, terbentuklah cikal bakal organ tubuh kita yang lain yang sangat penting, misalnya jantung, otot, pembuluh darah, dan sebagainya.

Selain itu, plasenta atau yang lebih kita kenal sebagai ari-ari berfungsi menyelimuti janin selama berada di dalam rahim. Plasenta yang terdiri atas kebanyakan air melindungi janin dari goncangan dan getaran. Sampai usia kehamilan berjalan selama 3 minggu, janin yang telah terbentuk masih belum dapat dideteksi dengan tangan. Hal ini disebabkan karena ukuran kepala bayi saat itu masih kurang lebih hanya setengah dari ukuran panjang badannya. Sehingga pada masa itu bayi dalam kandungan hanya masih berupa ekor.

Baca juga :  Tanda Awal Kehamilan pada Minggu Pertama

Selanjutnya bayi akan berkembang di dalam janin selama 40 minggu, atau jika dinyatakan dalam hari jumlahnya adalah 280 hari. Penghitungan ini tentu saja dimulai dari hari pertama Anda mengalami haid terakhir. Itulah sebabnya setiap kali akan mendeteksi kehamilan, bidan selalu bertanya kapan hari terakhir haid kita.

Perkembangan dalam dunia kedokteran akhirnya membagi proses kehamilan ini menjadi 3 masa perkembangan berdasarkan pertumbuhan fisik janin di dalam kandungan, yang kemudian dikenal dengan nama trimester.

Untuk lebih memudahkan Anda dalam memahami proses terjadinya kehamilan, Anda dapat melihat video berikut ini :

Semoga penjelasan tentang proses terjadinya kehamilan ini bermanfaat untuk menambah wawasan Anda tentang kehamilan.
Tapi saya tak mau menyerah. Saya lakukan semua usaha dan cara. Akhirnya SAYA HAMIL. INI YANG SAYA LAKUKAN!. » LIHAT DI SINI «

Leave a Reply