9 Hal Bahaya yang Dapat Menghambat Kehamilan

Posted on
imglan
OBAT CEPAT HAMIL TERBAIK! Lihat ➡

Hai Bunda… Setelah menikah pasti pertanyaan yang sering kita dengar adalah sudah isi belum? Iyakan?

Bagi yang langsung hamil nggak masalah ya. Tapi yang tak kunjung hamil setelah beberapa bulan menikah rasanya bisa bikin sedih ya Bund…

Ini dia 100 Tips Cara Cepat Hamil yang dikaji mendalam. Khusus bagi Anda yang ingin segera memiliki momongan.
Maksimalkan Promil Anda Sekarang! » LIHAT DI SINI «

Nah… Bagi Bunda yang sedang mengalami masalah ini sangat penting untuk mengetahui apa saja yang dapat menghambat kehamilan. Bunda mungkin sudah sering mendengar bahwa kesuburan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan. Tapi tahukah Bunda, bahwa ada banyak hal lain yang dapat mempengaruhi kehamilan. Berikut beberapa hal yang menghambat kehamilan tersebut.

1. Menunda Kehamilan dalam Jangka Waktu yang Lama

Saat ini banyak juga wanita yang menunda kehamilan. Entah karna alasan masih kuliah atau alasan pekerjaan. Tapi tahukah Bunda bahwa usia sangat mempengaruhi kehamilan. Usia yang baik dan mudah untuk sebuah kehamilan adalah sekitar 20an tahun. Jadi, ketika Anda dan suami memutuskan untuk menunda kehamilan dalam jangka waktu yang lama, maka bersiaplah menghadapai berbagai kesulitan dalam merencanakan kehamilan terutama bagi wanita.

Mousa Shamonki, MD, direktur spesialis kesuburan di University of California mengatakan “Semakin tua usia wanita, maka jumlah sel telurnya berkurang dan terjadi penurunan kualitas secara dramatis. Tubuh wanita tidak dirancang evolusioner untuk hamil dengan mudah seperti ketika wanita berada di usia 20-an tahun.”

Hal ini terjadi karna pertambahan usia akan mempengaruhi kerja sistem reproduksi wanita. Sistem reproduksi disini yang dimaksud terutama produksi hormon yang bertanggungjawab terhadap terjadinya menstruasi atau haid. Secara umum, pada usia 20an tahun seorang wanita tidak mengalami masalah pada siklus haidnya. Tetapi ketika memasuki usia 30an tahun, siklus haidnya akan berubah menjadi tidak teratur.

Siklus haid ini menentukan pelepasan sel telur. Jika haid teratur terjadi setiap bulannya, maka sel telur juga dihasilkan setiap bulannya. Begitupula sebaliknya, jika tidak haid maka tidak ada sel telur yang dihasilkan. Sel telur ini yang dibutuhkan untuk proses pembuahan (kehamilan), karna untuk hamil dibutuhkan sel telur dari pihak wanita dan sperma dari pihak laki-laki.

Jadi setelah menikah, segeralah rancang rencana kehamilan karena pada usia 30-40 tahun, Anda akan sulit untuk hamil. Bahkan, pada usia 45 tahun, Anda hampir tidak mungkin bisa hamil.

2. Jumlah Sperma Rendah

penyakit yang dapat menghambat kehamilan

Ketidaksuburan tidak hanya berlaku bagi wanita, tapi juga pria. Masalah ketidaksuburan ini bisa disebabkan oleh kualitas sperma yang kurang baik ataupun jumlah sperma yang rendah. Untuk mengetahui kualitas sperma sendiri diperlukan pemeriksaan laboratorium.

Jadi kita tidak bisa menentukan kualitas sperma hanya dengan melihat apakah sperma tersebut kental atau encer ya Bund.

Untuk memungkinkan terjadinya fertilisasi (pembuahan), menurut Mayo Clinic, seorang pria harus mengeluarkan 39 juta sperma pada saat ejakulasi. Sedang jumlah di bawah 20 juta sperma per milliliter air mani merupakan jumlah yang sangat sedikit, sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan juga kecil dan dalam jangka waktu yang lama. Logikanya, bagaimana mungkin istri akan cepat hamil kalau produksi sperma suami tidak sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

Selain jumlah sperma, masih ada aspek lain yang perlu dinilai seperti pergerakan sperma, dan bentuk sperma. Pergerakan sperma yang dimaksud bukan tentang kecepatan semburan sperma atau air mani yang dikeluarkan penis. Akan tetapi kecepatan pergerakan sperma didalam vagina menuju sel telur. Pada umumnya pergerakan sperma yang gesit dan berada digaris lurus adalah tipe sperma yang baik.

Berdasarkan penggolongan yang dilakukan oleh WHO, berikut ini 4 jenis sperma berdasarkan pergerakan (motilitas):

  • Kelas A : apabila sel sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru kendali.
  • Kelas B : apabila sel sperma yang berenang maju tetapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lebih lambat.
  • Kelas C : apabila sel sperma yang ekornya bergerak tetapi tidak maju.
  • Kelas D : apabila sel sperma yang sama sekali tidak melakukan pergerakan.

Jika kedua point tersebut telah terpenuhi maka kita juga harus mengetahui bentuk sperma itu sendiri. Bentuk kepala sel sperma yang baik adalah yang berbentuk oval, karna sperma seperti ini memiliki enzim dikepalanya yang akan membantu sperma dalam menembus lapisan terluar sel telur nantinya. Sedangkan yang dimaksud dengan bentuk tidak normal adalah sel sperma berkepala bulat, sel sperma berkepala pipih, sel sperma dengan kepala terlalu besar, sel sperma berkepala ganda dan sel sperma yang tidak memiliki ekor, dll.

Jika suami Anda mengalami hal ini, Anda bisa mengonsultasikannya ke dokter ahli.

3. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan “penyakit menular seksual”, yakni penyakit yang menyerang melalui transmisi hubungan seksual, baik seks oral ataupun seks anal. Virus yang paling sering menyebabkan penyakit menular seksual adalah human papilloma virus (HPV).

Klamidia adalah salah satu infeksi penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh HPV yang paling sering terjadi. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka infeksi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan dan kesuburan Anda. Anda bisa mendeteksi penyakit ini dengan beberapa gejala sebagai berikut:

  1. Jumlah cairan lebih banyak dari biasanya
  2. Nyeri saat buang air kecil
  3. Perdarahan abnormal diantara dua periode menstruasi atau setelah berhubungan intim
  4. Nyeri saat berhubungan seks
  5. Nyeri perut

Klamidia dapat naik ke saluran tuba sehingga menyebabkan penyakit radang panggul, yang dapat menyebar ke rongga perut. Penyakit ini dapat segera sembuh dengan pengobatan antibiotic yang cepat dan tepat dan istirahat yang cukup.  Namun jika Anda terlambat mengobatinya, radang panggul dapat menyebabkan luka di saluran tuba, dan hal ini dapat menyumbat tuba falopi.

Tuba fallopi merupakan saluran yang terdapat di kiri dan kanan rahim yang berfungsi untuk dilalui oleh ovum dari indung telur menuju rahim. Jika saluran tuba fallopi tersumbat maka sperma tidak akan mampu membuahi ovum. Hal inilah yang dapat menyebabkan kemandulan atau kehamilan ektopik.

4. Terlalu Kurus

Tahukah Anda bahwa terlalu ramping alias kurus akan menyulitkan proses terjadinya kehamilan? Karna lemak mempengaruhi metabolisme hormon dalam tubuh.

John Norian, M.D., dokter spesialis kesuburan di Lomba Linda University’s Center for Fertility, California mengatakan “Kurangnya lemak bisa memperlambat produksi hormon-hormon yang diperlukan untuk ovulasi, termasuk hormon estrogen. Estrogen dan testosteron, yang merangsang produksi ovum berasal dari kolesterol. Jadi sedikit lemak bagus untuk wanita hamil.”

Konsultasikan ke dokter, untuk mengetahui barat badan ideal sehingga memudahkan mencapai kesuburan Anda.

5. Terlalu Gemuk

Kebalikan dari yang di atas, ternyata berat badan yang berlebih juga tidak baik untuk kesuburan. Pada wanita perubahan hormon yang disebabkan oleh obesitas atau kegemukan adalah adanya timbunan lemak yang memicu pembuatan hormon. Pada wanita normal, calon estrogen dihasilkan dari ovarium. Tetapi pada wanita yang obesitas, hormon estrogen tidak hanya dihasilkan oleh ovarium tetapi juga berasal dari lemak dibawah kulit. Hal inilah yang kemudian menyebabkan diproduksinya hormon LH lebih cepat sebelum waktunya.

Kondisi ini mengakibatkan sel telur (ovum) tidak bisa pecah, serta tidak terangsangnya hormon progesteron. Ini berakibat pada ketidakteraturan siklus haid, jumlah darah haid yang banyak atau masa haid yang lebih lama.

Norian mengatakan bahwa obesitas pada pria akan menyebabkan gerak sperma lambat dan jumlahnya menurun. Ini disebabkan oleh testis yang terlalu hangat karena badan yang gemuk.

6. Suplemen

Jika Anda termasuk orang yang suka mengonsumsi suplemen, maka Anda harus cermat menakar dan memastikan bahwa suplemen yang Anda konsumsi tidak menghambat hormon kesuburan. Misalnya terlalu banyak mengonsumsi vitamin A akan menyebabkan cacat lahir, kelainan hati dan gangguan lain.

Sebagai tambahan info untuk Anda, yang dilansir dari DetikHealth,

“Wanita 19 tahun dan lebih tua harus mengambil tidak lebih dari 5.000 IU per hari, yang setidaknya 50% berasal dari beta-karoten, biasanya jumlah dalam multivitamin.”

Jadi untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian Anda, sebaiknya penuhi dengan memperbanyak makan buah-buahan dan sayuran.

7. Pelumas

Jika suami Anda memakai pelumas dalam berhubungan intim, pilihlah pelumas dengan bahan berbasis air, bukan berbasis minyak bumi karena dapat memperlambat gerakan sperma. Jangan lupa juga untuk memeriksa label pelumas. Pastikan pelumas yang digunakan tidak mengandung bahan spermisida karena dapat berisiko terhadap fertilitas.

8. Olahraga Terlalu Berat

Norian mengatakan,

“Wanita yang terlalu keras berolahraga akan kehilangan lemak tubuh yang membantu memproduksi estrogen, yang memacu ovulasi. Berolahraga cukup dilakukan 4-5 hari per minggu selama 30 menit untuk menjaga denyut jantung 120-130 denyut per menit,”

Jadi bagi Anda yang ingin segera hamil, jangan olahraga terlalu berat ya. Eh, bukan cuma Anda, tapi juga suami. Olahraga yang berat dapat menaikkan suhu internal testis sehingga menyebabkan sperma mati dan mempengaruhi bentuk sperma. Hal ini tentu dapat mengurangi kualitas sperma.

9. Faktor Lain

Selain faktor-faktor di atas, juga ada beberapa faktor yang menghambat kehamilan, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan terlalu banyak asupan kafein dalam tubuh.

Well, untuk Anda yang ingin segera punya momongan, selain berdoa, patuhi cara hidup sehat juga ya (^_^). Semoga bermanfaat ^^.

Tapi saya tak mau menyerah. Saya lakukan semua usaha dan cara. Akhirnya SAYA HAMIL. INI YANG SAYA LAKUKAN!. » LIHAT DI SINI «