Cara Menghilangkan Keputihan dan Gatal

Posted on

Keputihan dan rasa gatal merupakan salah satu masalah wanita yang terkadang membuat rasa yang sangat tidak nyaman. Keputihan adalah salah satu gangguan reproduksi pada wanita, dengan ditandai keluarnya cairan dari vagina secara berlebihan dan pada dasarnya wanita paling sering mengalami yang namanya keputihan. Tidak semua keputihan berbahaya pada jenis tertentu keputihan adalah salah satu tandanya perubahan fisiologis. Akan tetapi, jika mengalami keputihan yang berbau amis, berwarna kekuning-kuningan, kehijauan, keabu-abuan dan kecoklatan disertai dengan rasa gatal ini merupakan tanda keputihan tidak normal yang harus segera ditangani. Gatal pada area organ kewanitaan biasanya disebabkan oleh jamur candida albicans. Kandidas vagina harus ditangani dengan tepat karena jika tidak akan mengalami kebal bakteri dan akan sulit untuk diatasi.

Gangguan pada daerah kewanitaan biasanya adalah keputihan yang disebabkan karena terinfeksi oleh jamur, bakteri, parasit atau virus. Sebagian wanita menganggap jika keputihan adalah hal yang sepele bahkan sebagian wanita yang mengalami keputihan yang bahaya atau abnormal enggan untuk memeriksakan diri. Keputihan yang dibiarkan dan tidak diatasi bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. Walaupun keputihan dialami oleh sebagian besar wanita namun keputihan abnormal harus mendapat penanggulangan secara serius. Ciri-ciri keputihan yang membutuhkan penanganan serius adalah dengan keluarnya cairan yang berbau tidak sedap, berwarna kehijauan atau kecoklatan. Ciri yang lain adalah rasa gatal yang berlebihan dan sakit saat buang air kecil.

Penyebab keputihan adalah infeksi, benda asing, dan keganasan. Dengan demikian pemeriksaan laboratorium untuk untuk mengetahui adanya infeksi (trikomonas, kandida albikan, bakteri, spesifik) dan Pap smear untuk kemungkinan terjadinya keganasan seperti kanker atau tumor pada organ reproduksi dalam. Keputihan biasanya sangat sering terjadi pada saat-saat menjelang haid, yang ditandai dengan keluarnya cairan lendir berwarna bening atau putih kekuningan, jernih, agak encer, dan tidak berbau dari kemaluan. Kadar pengeluaran cairan keputihan ini bervariasi sesuai dengan siklus haid seseorang dan dapat meningkat akibat stress psikis (ketidakstabilan emosi).

Peningkatan kadar cairan keputihan tersebut dari vagina akan membentuk suatu koagulan (endapan) yang berwarna putih, yang dapat menimbulkan rasa gatal dan membakar permukaan dinding vagina serta menimbulkan kemerahan dan pembengkakan atau peradangan yang terdapat di dinding vagina atau disebut penyakit vaginitis. Keputihan yang sudah bersifat penyakit (patologis) ini biasanya ditandai dengan tampaknya cairan yang dikeluarkan dari vagina berwarna kuning sampai hijau, keruh, lebih kental, dan berbau.

Untuk menghilangkan keputihan dan rasa gatal yang ditimbulkan oleh keputihan tersebut bisa anda lakukan perawatan dari luar dan dalam. Untuk perawatan dari luar bisa menggunakan rebusan daun sirih. Ambil 10-15 lembar daun sirih, dicuci bersih, lalu direbus hingga mendidih. Sebaiknya disaring terlebih dahulu sebelum digunakan untuk membasuh organ intim selagi air tersebut masih dalam keadaan hangat-hangat kuku. Kemudian untuk perawatan dari dalam tubuh, anda bisa mengkonsumsi ramuan herbal yang bisa anda buat sendiri di rumah. Anda siapkan sekitar 20 gram atau 1 rimpang kunyit dan potong-potong, tambahkan sekitar 10 gram sambiloto yang telah dikeringkan dan sekitar 15 gram kulit delima kering, cuci bersih semua bahan tersebut, kemudian direbus dengan 800 cc air hingga tersisa sekitar 300 cc, kemudian saring, ambil airnya dan minum 2 kali dalam sehari. Anda bisa menambahkan gula arena tau madu.