Bagaimana Proses Terjadinya Kehamilan?

Posted on

Sebelum kita membahas tentang proses terjadinya kehamilan terlebih dahulu mari kita membahas tentang apakah kehamilan itu. Kehamilan adalah adanya fase dimana adanya pertumbuhan janin di dalam rahim seorang wanita. Seperti yang kita ketahui kehamilan tidak mungkin terjadi begitu saja, kehamilan terjadi karena sperma (dari pria) yang bertemu dengan sel telur (wanita) sehingga terjadinya proses pembuahan.

Jika kita berbicara dengan proses terjadinya kehamilan pastinya kita merasa kehebatan dan kedasyatan Tuhan pencipta yang mana merangkai kehidupan makhluknya sehingga tidak adanya kemusnahan begitu saja. Seperti yang kita ketahui wanita yang bisa mendapatkan kehamilan dimana wanita yang sudah selalu mendapatkan fase haid (menstruasi). Tetapi melakukan hubungan intim pada saat haid pula tidak akan mengakibatkan kehamilan karena sel telur tidak matang malah dinding rahim terkikis karena tidak terisi telur yang dibuahi.

Proses terjadinya kehamilan terjadi ketika perempuan melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki maka bisa saja perempuan akan hamil (itulah terjadinya kehamilan). Kehamilan pula terjadi ketika setiap sel sperma masuk ke dalam rahim yang terjadi pembuahan sel telur yang sudah matang. Dalam seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak sekitar 3 cc dan pada 1 cc air mani yang normal dapat mengandung sekitar 100 juga sel sperma. Ketika ejakulasi terjadi di dalam pangkal saluran pada kelamin istri, maka jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga pada rahim seorang wanita. Sperma akan bergerak menuju sel telur mencapai waktu 5 menit saja. Inti sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pembelahan dua bagian ketika setelah 30 jam. 20 jam kemudian inti sel tersebut akan kembali membelah menjadi 4 bagian.

Proses terjadi kehamilan selanjutnya, Tiga hingga empat hari setelah itu hingga pada bagian uterus. Dan dalam waktu satu minggu setelah perubahan akan menghasilkan massa sel yang akan berbentuk ola sebesar jarum pentol (blastocyt). Pada proses selanjutnya sekitar 5 hari kemudian blastosis akan menempel dan terimplantasi kedalam endometrium. 2-4 minggu pertama dalam perkembangan blastosis mendapatkan endometrium hingga berkembang menjadi embrio. Itulah terjadinya kehamilan.

Apakah proses terjadinya kehamilan sangat mudah? Ternyata proses kehamilan sangatlah tidak semudah dengan apa yang kita pikirkan, saat proses kehamilan terjadi banyak proses yang harus dilewati. Ketika sepasang suami istri melakukan hubungan intim maka akan terjadi kehamilan, mengapa bisa seperti itu? Saat terjadi hubungan intim sel sperma yang masuk kedalam rahim seorang perempuan akan membuahi sel telur yang sudah matang. Seorang suami rata-rata menghasilkan air mani sebanyak 3 cc, setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta buah sel spermasehingga jutaan sel sperma ini akan melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim

Bagaimana Proses Terjadinya Kehamilan?

Banyak yang belum diketahui proses terjadinya kehamilan salah satunya pembuahan pada saat masa ovulasi. Mengapa harus masa ovulasi? Pada saat ovulasi lendir yang berada didalam leher rahim menjadi lebih cair sehingga sperma lebih mudah untuk masuk menembus ke dinding rahim. Sperma yang bergerak menuju tuba falopi yang berbentuk corong membutuhkan waktu selama 5 menit, hal ini dapat mempermudah pembuahan dan pembentukan zigot.

Pada proses terjadinya kehamilan inti sel telur yang sudah mengeras karena sudah dibuahi akan mengalami pembelahan menjadi dua bagian setelah menempuh waktu 30 jam. Setelah terjadi pembelahan 20 jam kemudian inti sel telur ini akan kembali membelah menjadi empat bagian, setelah terjadi pembelahan beberapa hari kemudain sel akan sampai pada bagian uterus. Dalam waktu satu minggu akan mendapatkan hasil suatu massa sel yang berbentuk ola atau blastosis yang beberapa hari kemudian akan menempel kedalam endometrium.

Selama dua sampai empat minggu pertama terjadi perkembangan, blastosis akan mendapatkan nutrien dan endometrium. Saat masa perkembangan akan terjadi pembentukan plasenta yang merupakan organ yang berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah dan embrio. Dengan melewati plasenta inilah, embrio akan mendapatkan nutrien dari maternal dan disini pula terjadi pertukaran gas respirasi dan pembuangan zat sisa metabolisme embrio. Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat dan melewati hati embrio.