Apa yang Dimaksud dengan Darah Implantasi?

Posted on
imglan
OBAT CEPAT HAMIL TERBAIK! Lihat ➡

Wanita, sudah sangat akrab dengan peristiwa pendarahan sejak memasuki usia remaja, yaitu pendarahan menstruasi atau haid. Selain pendarahan haid, wanita juga sering mengalami flek, flek biasa juga keluar sebelum haid atau ketika haid akan selesai. Pendarahan pada wanita juga terjadi ketika sebelum waktu haid, bisa juga terjadi pada masa kehamilan. Pendarahan pada wanita hamil pun terdapat beberapa macam dan penyebab, belum lagi pada masa nifas, dan lain sebagainya.  Wanita memang rawan mengalami pendarahan, khususnya adalah pendarahan yang berasal dari organ reproduksi wanita.

Yang ingin dibahas lebih jauh disini adalah pendarahan yang terjadi diawal kehamilan atau biasa disebut dengan darah implantasi.

Ini dia 100 Tips Cara Cepat Hamil yang dikaji mendalam. Khusus bagi Anda yang ingin segera memiliki momongan.
Maksimalkan Promil Anda Sekarang! » LIHAT DI SINI «

Nah, yang manakah yang disebut darah implantasi?

Setelah konsepsi terjadi, maka sel telur yang sudah dibuahi akan bergerak ke arah rahim serta menanamkan diri di lapisan dalam rahim (endometrium). Pada sebagian wanita penanaman ini menimbulkan bercak darah (spotting). Darah ini kadang-kadang membuat bingung dengan menstruasi. Pada umumnya darah implantasi ini berupa bercak merah terang atau kecoklatan. Tidak seperti menstruasi bercak ini cendrung hanya muncul 1-3 hari. Sering terjadi sebelum periode menstruasi berikutnya, biasanya sekitar 6 – 12 hari setelah ovulasi.

Implantasi merupakan suatu peristiwa penanaman hasil konsepsi dari sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma. Setelah pembuahan terjadi, maka akan membelah dan melekat pada dinding rahim (endometrium). Akibat adanya proses penanaman tersebut maka akan timbul perdarahan yang biasanya muncul 6-12 hari setelah terjadi pembuahan, hal ini bisa atau masih dapat terjadi hingga usia 7 minggu kehamilan. Darah yang keluar lebih terlihat berupa bercak-bercak (spotted), warnanya lebih muda dari darah menstruasi biasa (antara merah muda sampai coklat), dan biasanya hanya keluar sebentar (1-3 hari) dan baunya seperti darah biasa.

Lalu bagaimana membedakan darah menstruasi dan darah implantasi?

Berikut beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan saat mengalami pendarahan yang tidak lazim sedangkan Bunda bingung untuk menentukan jenis pendarahan tersebut.

  • Aliran

Perhatikan aliran darah yang sedang terjadi. Aliran darah pada pendarahan implantasi ringan saja. Darah mengalir pelan dan tidak bertambah deras. Darah yang keluar juga tidak terdapat gumpalan-gumpalan seperti darah menstruasi. Sebaliknya, aliran darah menstruasi meski awalnya perlahan, semakin lama semakin deras.

  • Warna

Perbedaan yang cukup mencolok lainnya adalah warna pendarahan. Bercak darah pada pendarahan implantasi berwarna pink atau cokelat dan tampak samar-samar. Sementara, darah pada menstruasi berwarna lebih terang dan bercaknya tampak jelas.

  • Kram

Tentu Bunda sudah tidak asing lagi dengan kram pada perut. Sebagaimana kram yang terjadi saat menstruasi, perdarahan implantasi mungkin memicu juga kram ditempat tersebut. Namun, cobalah perhatikan. Jika kram ringan diiringi bercak darah sedikit berwarna pink,  kemungkinan Anda mengalami pendarahan implantasi. Sementara, jika kram terasa jauh lebih hebat, apalagi dibarengi keluarnya darah berwarna cerah, dengan jumlah yang cukup banyak atau terdapat gumpalan darah, maka kemungkinan itu berarti Anda sedang mengalami menstruasi.

  • Jeda waktu

Selain beberapa ciri tersebut diatas waktu terjadinya pendarahan juga bisa Bunda jadikan perbandingan untuk mengetahui jenis pendarahan. Berbeda dengan darah menstruasi yang keluar terus menerus sekitar 2-7 hari, pendarahan implantasi memiliki jeda waktu. Misalnya, saat ini muncul bercak, beberapa saat kemudian tidak muncul lagi sampai beberapa jam ke depan. Pagi muncul bercak, kemudian berhenti dan muncul lagi pada sore hari. Hal ini berlangsung selama 1-2 hari.

Setelah membandingkan beberapa ciri yang telah disebutkan dan Bunda masih juga bingung, maka Bunda bisa mencari gejala lain seperti:

  • Apakah Bunda mengalami morning sicknes atau mual dan muntah dipagi hari

Kebanyakan wanita yang sedang hamil mengalami morning sicknes diawal kehamilannya. Hal ini memicu mual atau muntah terhadap sesuatu yang sebelumnya Bunda bisa terima. Misalnya mual ketika mencium aroma ikan atau muntah ketika makan walaupun hanya dalam porsi kecil.

  • Apakah Bunda mengalami nyeri pada payudara

Diawal kehamilan terkadang Bunda juga akan mengalami nyeri pada payudara. Hal ini terjadi karna terjadinya fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan payudara akan membesar dan puting susu akan berubah menjadi lebih gelap dan membesar. Namun, gejala ini juga bisa terjadi saat menjelang haid.

  • Apakah Bunda mengalami perubahan pada buang air kecil

Ketika terjadi kehamilan, maka kandungan atau rahim Bunda akan membesar. Hal ini menyebabkan tertekannya daerah kandung kemih yang menampung air kencing atau urine sehingga meskipun dalam jumlah sedikit keinginan untuk buang air kecil selalu muncul. Jadi frekuensi buang air kecil akan meningkat. Ketika tanpa alasan yang jelas Bunda buang air kecil lebih sering daripada biasanya, atau tiba-tiba mengalami sembelit padahal Anda tidak pernah mengalami masalah perut sebelumnya, mungkin Anda sedang hamil.

  • Apakah Bunda merasa mudah lelah

Tak sedikit keluhan ini dialami oleh ibu diawal kehamilannya. Apabila Anda merasa sangat lelah meskipun telah banyak beristirahat dan tidak terbebani oleh masalah apa pun, mungkin penyebabnya adalah kehamilan Anda

  • Apakah Bunda lebih mudah marah atau mengalami perubahan mood yang berulang-ulang

Adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron yang mencolok diawal kehamilan akan mempengaruhi mood atau perasaan Bunda sendiri. Terkadang rasa senang bertahan sebentar dan tergantikan dengan suasana hati yang sendu. Ada pula yang menangis tiba-tiba tanpa tahu alasannya.

Tapi tentu saja perasaan seperti ini juga bisa dialami oleh wanta yang akan haid. Gejala ini biasa disebut dengan gejala PMS. Jadi tetap cermat ya Bund.

  • Apakah Bunda mengalami pusing

Pada wanita hamil, ada juga yang mengalami anemia. Anemia ini sangat berpengaruh sehingga tak bisa diaangap sepele. Salah satu gejala yang ditimbulkan oleh anemia adalah pusing. Jadi ketika Anda tiba-tiba pusing sesaat setelah bangun tidur, atau berdiri setelah duduk lama Anda perlu pertimbangkan jika saat ini sedang hamil.

  • Lakukan tes pack

Gejala atau tanda-tanda yang disebutkan diatas mungkin Anda alami tapi masih juga sulit menentukan apakah sedang hamil atau tidak. Jadi sebaiknya lakukan tes pack untuk memastikannya. Pastikan memiliki alat tes peck yang tepat dan baca aturan pemakaiannya untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Tidak ada salahnya jika Bunda dan pasangan juga periksa kedokter. Lakukan USG untuk mengetahui kondisi rahim Bunda. Alat ini bisa mendeteksi penebalan rahim Bunda terjadi karna menjelang haid atau ada embrio didalamnya.

Pendarahan implantasi mungkin merupakan tanda awal kehamilan yang terjadi pada sekitar 1/3 dari semua wanita yang hamil, jadi memang tidak semua wanita hamil mengalaminya. Telur yang telah dibuahi berjalan menuruni tuba fallopi ke dalam rahim, di mana akan menempel dan tertanam ke dalam lapisan rahim. Ketika hal itu terjadi, jaringan yang terbentuk di sekitar telur yang dikenal sebagai trofoblas, dapat merusak beberapa pembuluh darah ibu di dalam rahim, menghasilkan sejumlah kecil pendarahan pada leher rahim dan turun ke vagina.

Tapi saya tak mau menyerah. Saya lakukan semua usaha dan cara. Akhirnya SAYA HAMIL. INI YANG SAYA LAKUKAN!. » LIHAT DI SINI «